AFWAN JIDDAN…

Afwan apabila blog ini sudah begitu lama tidak di up-date. Hal ini di karenakan konsumen blog sudah beralih ke Facebook. Insya ALLAH, HUMAS akan mencoba terus men-update informasi-informasi terbaru tentang LPI.

Afwan.
Koordinator HUMAS

Add comment Desember 15, 2009

Cinta…

Seorang anak laki enam tahunan tampak berlari menjauh dari rumahnya. Beberapa saat sebelumnya, suara kaca pecah sempat menghentikan kesibukan orang-orang di sekitar rumah. Ada penjual jamu, tukang sayur yang lewat, beberapa orang yang berlalu lalang. Mereka menoleh sebentar, dan berujar pelan, “Ah, anak itu lagi!”

Perilaku nakal anak itu ternyata bukan pemandangan baru buat orang-orang yang kerap berada di sekitar rumah. Hampir tiap hari, bahkan bisa tiga kali sehari, anak itu melakukan kegaduhan. Dan kegaduhan itu selalu terjadi di sekitar rumahnya. Mulai suara gelas yang pecah, dobrakan pintu, dan yang baru saja terjadi, pecahnya kaca jendela.

Seperti biasanya, seorang ibu keluar sesaat setelah anak nakal itu berlari menjauh dari rumah. Sambil memanggil-manggil sang anak, ibu itu tidak memperlihatkan rona marah yang membara. Tidak juga berteriak-teriak mengancam, umumnya seorang yang memendam kesal. Ia hanya memanggil-manggil nama anaknya dan dua kata setelahnya, “Sini sayang!”

Kali ini, sang anak tidak seperti biasanya yang terus berlari menjauh. Ia berhenti. Ia menoleh ke arah suara yang memanggil-manggil namanya. “Ibu,” desisnya pelan. Wajah kesalnya tiba-tiba pudar berganti penyesalan. Dan ia pun membiarkan dirinya dihampiri seseorang yang ia sebut ibu.

“Nak!” suara sang ibu sambil tangan kanannya meraih rambut sang anak. Tangan itu pun membelai lembut rambut sang anak.

“Bu, ibu nggak marah?” suara sang anak sambil wajahnya mendongak menatap wajah sang ibu. “Anakku, kenapa ibu harus marah?” jawab sang ibu singkat.

Sang anak pun tiba-tiba mendekap ibunya yang agak membungkuk mensejajarkan diri dengan anaknya. “Bu,” suara sang anak tiba-tiba. Sambil terus membelai rambut sang anak, wajah sang ibu makin memperlihatkan senyumnya yang sejuk di mata anaknya. “Ada apa, sayang?” ucap sang ibu lembut.

“Kenapa ibu bisa seperti ini? Padahal aku sudah begitu nakal?” tanya si anak yang mulai mengendurkan dekapannya.

“Anakku,” ujar si ibu. “Inilah cinta!” lanjut suara sang ibu sembari tetap menampakkan senyum lembut kepada anaknya.

***

Begitu banyak tingkah nakal anak-anak manusia di bumi ini. Begitu banyak kerusakan yang mereka tampakkan sehingga kehidupan menjadi gaduh. Orang-orang yang kebetulan berada di sekitar kegaduhan pun ikut merasakan gangguan-gangguan itu.

Tapi, bersamaan dengan tingkah nakal itu, selalu muncul suara-suara lembut yang memanggil-manggil anak manusia untuk kembali. Seolah, suara panggilan itu mengatakan, “Kembali, sayang!”

Padahal, anak-anak manusia yang nakal itu sedikit pun tidak sebanding dengan kegagahan gunung yang menjulang, kedahsyatan halilintar yang siap menyambar, kekokohan susunan bebatuan bumi yang begitu mudah menghimpit makhluk yang hidup di atasnya. Belum lagi dengan kedahsyatan terjangan ombak samudra yang bisa berubah drastis menjadi begitu menyeramkan.

Tapi kenapa, justru suara lembut yang selalu memanggil-manggil dari balik menjauhnya anak-anak manusia yang nakal.

Cinta. Itulah mungkin sebuah jawaban yang pas. Seperti yang diucapkan sang ibu kepada anaknya, “Cinta anakku!” Atau dalam bahasa yang lain, seperti yang diucapkan oleh Yang Maha Sayang, “Warahmati wasi’at kulla sya’i, cinta-Ku meliputi segala sesuatu!” (muhammadnuh@eramuslim.com)

sumber: eramuslim

Add comment Desember 15, 2009

Senyum…

Senyum merupakan sebuah fenomena , Allah Subahanahu Wa Ta’ala telah menyempurnakan diri manusia dengan adanya bibir pada wajahnya .., Tidak semua orang yang memiliki bibir pandai tersenyum InsyaAllah Tidak termasuk kita .

Senyum bisa menambah daya tarik, Banyak wajah yang terlihat biasa saja , tetapi ketika tersenyum wajahnya menjadi lebih menarik dan tampak lebih cantik dan tampan . Bandingkan bila wajah tersebut masam dan cemberut , Wajah yang biasa saja , akan terlihat lebih buruk . Orang yang wajahnya cantik sekalipun , bila senyum merupakan hal yang sulit dilakukan , kecantikannya tidak mampu membuat setiap orang tertarik . Tetapi, walau ia hanya seorang nenek-nenek yang sudah keriput di makan usia dan ompong ..
Namun kalau tersenyum pasti terlihat berbeda . Apalagi bila yang tersenyum adalah seorang anak dengan kepolosan pribadi dan tatapan bening kedua bola matanya .

Orang yang terbiasa tersenyum akan terhindar dari aneka penyakit ketegangan , sebab dengan senyuman mendorong hati menjadi ceria . Akibatnya , selain menyehatkan dan menguatkan tubuh , juga akan membuat lebih awet muda . Tersenyum hanya mengandalkan 17 otot wajah , sedangkan cemberut akan membuat 32 otot wajah menjadi tertarik ( hitung sendiri Yaaa :D )
Dengan senyuman membuat proses interaksi terasa lebih menyenangkan . Rasa2nya tidak ada orang yang menolak bila diberi senyuman . Apalagi senyuman manis , tulus dan Ikhlas . Senyum , bukan hanya gerak bibir semata , melainkan gerak rasa , gerak akal dan gerak hati yang mencerminkan pesona jiwa . Perasaan kita tidak bisa dibohongi oleh senyuman yang ditujukan kepada kita , sensitivitasnya demikian peka untuk mengetahui jenis senyum yang ditampilkan oleh seseorang.
Maka Tersenyumlah Karena Senyuman Adalah Perhiasan Wajah Yang Paling Murah .. Tersenyumlah Dengan Ikhlas Karena Senyummu Adalah Sedekah .

Add comment Desember 15, 2009

Andai Ini Ramadhan Yang Terakhir

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu..merayu…kepada-NYA Tuhan yang satu

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir………

tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu sholat yang dikerjakan…sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam] (lagi…)

Add comment Agustus 14, 2009

Renungan: “Aku Tidak Lebih Dulu Masuk Surga!”

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira. (lagi…)

3 comments Agustus 9, 2009

FENOMENA KATA “AFWAN” DI KALANGAN ADK

Sebuah pemandangan yang cukup mengecewakan bagi panitia dalam sebuah acara besar, ketika para peserta dan tamu undangan dari acara tersebut satu per satu meninggalkan ruangan acara tersebut dengan ekspresi ketidakpuasannya pada acara tersebut. Entah kenapa, panitia yang berada di tempat pada waktu itu hanya beberapa orang saja, dari yang seharusnya berjumlah puluhan orang. Acara itu seharusnya telah dimulai, namun beberapa orang panitia itu masih terlihat mundar – mandir mendekorasi tempat, menghubungi pemateri, dan sibuk mencari orang yang siap untuk menjadi MC, dan moderator dalam acara ini, sementara ruangan tersebut telah dipenuhi para pesertanya.
Untuk tahap persiapan dan pelaksanaan acara tersebut, bisa dikatakan panitia itu gagal total. Hingga ketua panitia pun berinisiatif dengan mengadakan rapat evaluasi panitia. Dalam rapat itu dihadiri oleh semua panitia acara tersebut. Ketua panitia pun mencoba untuk meminta klarifikasi dari setiap anggotanya yang tidak hadir pada saat acara tersebut berlangsung. Satu per satu anggota panitia itu menyampaikan alasan – alasan atas ketidakhadirannya tersebut. (lagi…)

1 comment Juli 29, 2009

cerpen: LASKAR KERIKIL (PERJUANGAN TIADA AKHIR) season 1

laskar kerikil

Saat langit berwarna Merah Saga

Dan kerikil perkasa berlarian

Meluncur laksana puluhan peluru

Terbang bersama teriakan takbir….

(MERAH SAGA)

“Syamill…Syamill…Ayo cepat… Kita sudah terlambat…” tiga orang anak-anak paruh baya berteriak didepan sebuah rumah.

“Ya, Akbar…Zaid…Ali…aku sebentar lagi datang!!!” terdengar teriakan dari dalam rumah.

“Akbar, aku sudah tidak sabar untuk datang ke sekolah. Ini akan menjadi sejarah yang tak terlupakan.” kata Zaid. (lagi…)

1 comment Juli 8, 2009

Perkenalkan…

PENGURUS LPI

Add comment Juli 8, 2009

Pariaman, Kami Kembali…

Sabtu, 04 Juli 2009 para pengurus-pengurus LPI kembali menginjakkan kakinya di Pariaman, kali ini dalam agenda UP GRADING pengurus LPI 0910 yang diadakan DPP LPI. Walaupun perjalanan dengan menggunakan Kereta Api sangat melelahkan (karna berdiri, nggak dapat tiket untuk duduk) para pengurus tetap bersemangat.

UP GRADING WALLPAPER

Di Pantai Gandoriah yang indah, pengurus diajak untuk melakukan games-games yang mengandung banyak ibroh.

Puncak dari acara ini adalah, pembacaan ikrar komitmen terhadap amanah dakwah dan LPI oleh pengurus dengan disaksikan daun-daun, pasir pantai, deru ombak dll…

2 comments Juli 8, 2009

Ikhwan dan Akhwat yang Sejati

ikhwan-ahkwAT

Seorang remaja ikhwan bertanya pada ibunya:
Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab… (lagi…)

Add comment Juni 28, 2009

Previous Posts


salam ukhuwah

"tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, menguras habis air mata kami dan mencabut rasa kantuk dari pelupuk mata kami kami adalah milik kalian wahai saudara-saudari tercinta"

cyberteam

LPI What’s Up

ALARAM LPI coming soon on Ramadhan

Pengunjung

Halaman

Tulisan Terakhir

Kategori Awan

An Nisa cerpen Forum Alumni hukum kaderisasi LPI opini poling Taushiyah This Week TDM Tidak terkategori tsaqafah

Komentar Terakhir

abdul rahman '02 di BUKU TAMU
lpihukum di SEJARAH LPI
hulma yuwelni di SEJARAH LPI
NohobeObjella di BUKU TAMU
abdul rahman '02 di BUKU TAMU
Humas Forpis Al-miza… di Pariaman, Kami Kembali…
Gus wahyu As Samaron… di Bulan terbelah Dua
dimas di SEJARAH LPI
Da Os di SEJARAH LPI
eko kurniawan di cara kita beda
someone di FENOMENA KATA “AFWAN…
JHD di Renungan: “Aku Tidak Leb…
azzahrah di Bulan terbelah Dua
luvaholic9itz di Renungan: “Aku Tidak Leb…
kahoda di Renungan: “Aku Tidak Leb…

Arsip

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Panangkok Viruih